Senin, 11 April 2011

Elevasi tertinggi: Gunung Everest

Menggunakan state-of-the-art teknologi Professor Brad Washburn dari Boston Museum of Science, terutama gunung kartografer's dunia, dan timnya telah menghitung elevasi tertinggi bumi yang sebenarnya 7 kaki lebih tinggi dari rekor sebelumnya. Yang membuat ketinggian 29.035 ft/8850m resmi. Terima kasih kepada beberapa whizzes teknik di Institut Teknologi Massachusetts yang mengembangkan benar-benar ringan, berteknologi tinggi, karya Washburn dibuat lebih mudah karena ia mampu tangan membawa perangkat radar ke puncak Everest mana dapat diposisikan untuk mengukur tinggi sebenarnya gunung - balik semua salju itu. Teknologi GPS juga ditempatkan di dekat puncak, yang menggunakan relay sinyal satelit untuk mengambil bacaan dari puncak Everest. Setelah berbulan-bulan nomor berderak tim Washburn tiba di resmi, ketinggian rekor dunia baru.
Mereka juga telah menentukan bahwa Pegunungan Himalaya masih tumbuh lebih tinggi, dengan laju sekitar 2,4 in/6.1cm per tahun. Tingkat pertumbuhan 2,4 in/6.1cm per tahun tidak terdengar seperti sangat banyak. Tapi, jika Anda berpikir tentang hal ini, itu berarti dalam beberapa tahun terakhir 26.000 tersebut Himalayans telah meningkat hampir satu mil ke hulu atmosfer bumi!
Mendaki ke puncak dan lihatlah pemandangan menabjukkan dari puncak Everest 
Photo of Mt. Everest
Ketika Hillary dan Norgay mendaki ke puncak Everest mereka memakai tangki oksigen. Karena Everest begitu tinggi sehingga menjorok ke hulu atmosfer bumi, dimana terdapat konsentrasi yang lebih rendah oksigen daripada di permukaan laut.Apa artinya untuk orang trekking ke sisi Everest adalah bahwa tubuh mereka mendapatkan oksigen kurang dari setiap napas mereka bernapas saat mendaki. Tapi otak mereka dan otot membutuhkan jumlah yang sama oksigen untuk melakukan karena mereka akan di permukaan laut. Yang membuatnya sangat sulit untuk mendaki Everest.
Coba bayangkan seperti apa rasanya naik gunung dengan sedikit oksigen yang sangat dalam tubuh Anda - Anda pusing, hidung, jari dan kaki mendapatkan mati rasa dan kesemutan, jantung Anda bergemuruh di dada Anda berusaha mati-matian untuk menjaga dengan otot 'yang permintaan oksigen. Anda merasa mengantuk, bingung, benar-benar bodoh sebagai otak Anda berjuang untuk fungsi pada oksigen terbatas. Setiap langkah yang Anda ambil sangat lambat dan lamban, membutuhkan setiap ons akan Anda miliki. Hillary dan Norgay memiliki oksigen ekstra untuk membantu mereka melakukan perjalanan, tetapi sudah ada beberapa orang yang telah membuat perjalanan karena yang melakukannya tanpa bantuan oksigen - mengambil satu langkah setiap lima menit! Sekitar 6.000 pendaki telah berusaha puncak Everest, tetapi hanya 2.249 telah berhasil. Lebih dari 200 orang telah meninggal dari mereka, setidaknya 120 mayat masih hilang di gunung.
Pegunungan tertinggi
Gunung Everest adalah salah satu dari lebih dari 30 puncak di pegunungan Himalaya yang lebih dari 24.000 ft/7315m tinggi. Himalaya adalah sebuah kata Sansekerta yang berarti, "tempat tinggal salju", yang begitu benar. Nama gunung di Nepal adalah Sagarmatha, yang berarti "dewi langit". Salju yang banyak mendominasi puncak di pegunungan Himalaya adalah permanen. Ya, mereka tidak pernah meleleh (tidak bahkan di musim panas). Itu berarti ada gletser di Himalaya - banyak. Gunung Everest secara permanen tertutup lapisan es, atasnya dengan salju. The "top" gunung di mana elevasi diukur dapat bervariasi sebanyak enam meter atau lebih, tergantung pada berapa banyak salju telah jatuh pada puncaknya. Para ilmuwan percaya bahwa sebenarnya ujung batu terletak puluhan meter di bawah es dan salju di puncaknya. Ada rencana ini untuk menggunakan radar tembus tanah untuk mendapatkan pembacaan ketinggian yang sebenarnya gunung di bawah semua salju itu. Meskipun Range Himalaya hanya 1.550 miles/2480km panjang, tinggi rata-rata semua puncak utama di Himalaya dengan mudah membuat jajaran gunung tertinggi di darat.
Dasar terdalam di lautan lebih dalam dibandingkan ketinggian Everest: Challenger Deep, terletak di Palung Mariana, begitu dalam hingga seandainya gunung Himalaya diletakkan di dalamnya, masih terdapat hampir 1,6 km air menutupinya.
Lahirnya sebuah Gunung
Pegunungan tidak hanya tumpukan besar, mereka terbuat dari batuan padat. Percaya atau tidak, batuan yang membentuk pegunungan Himalaya yang digunakan untuk menjadi dasar laut kuno. Selama jutaan tahun, sungai, batu dan tanah dari pegunungan yang ada di benua India dan Asia di dekatnya menjadi lautan dangkal di mana sedimen diendapkan. Berlapis-lapis sedimen dibangun selama jutaan tahun sampai tekanan dan berat sedimen atasnya disebabkan cara turun dalam hal berubah menjadi batu. Lalu sekitar 40 juta tahun yang lalu, dalam proses yang disebut "semangat", dasar laut mulai dipaksa ke atas membentuk pegunungan.
Batas konvergen
  Pegunungan Himalaya terbentuk di mana dua lempeng tektonik yang menabrak satu sama lain, yang dikenal sebagai batas konvergen.
Lempeng Tektonik dalam Aksi
Apa yang menyebabkan dasar laut harus didorong ke arah langit adalah hasil aksi  lempeng tektonik . Lempeng tektonik hanya ada selama sekitar 30 tahun dan merupakan teori yang dikembangkan oleh para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu yang bekerja bersama-sama. Teman-tektonik lempeng bumi terus bergerak, bahkan hari ini, tapi kecepatan di mana mereka bergerak adalah BENAR-BENAR LAMBAT. IDalam istilah manusia gerakan ini tidak bisa dilihat, tetapi dapat dirasakan kadang-kadang ketika kita merasakan gempa bumi. Gempa bumi terjadi ketika lempeng margin (tepi) bergerak melewati, atau berbenturan satu sama lain.Dalam kasus pegunungan Himalaya, benua India merupakan bagian dari piring yang "jatuh" ke Asia barat daya ( baca tentang batas lempeng konvergen ), tetapi tidak berhenti ketika menghantam. Hal ini terus mendorong utara, menghancurkan dan sambil mengusutkan kerak bumi, sehingga di pegunungan yang kita lihat sekarang. Jika anda melihat peta Himalaya, Anda dapat melihat bahwa gunung-gunung tampak jenis seperti selimut kusut. India masih mendorong utara hari ini, menaikkan Himalaya bahkan lebih tinggi!
Bagaimana Mereka Tahu?
Para ilmuwan mengetahui hal ini karena mereka telah mengukur peningkatan ketinggian pegunungan.Ada juga banyak gempa bumi yang tercatat turun jauh di pegunungan, yang menunjukkan terus gerakan. Himalaya tumbuh, tapi hanya sekitar 2 inci setahun. Itu tidak terlalu banyak dalam hal manusia, tapi bayangkan berapa banyak yang akan terjadi selama jutaan tahun! Anda mungkin berpikir, "Itu sudah agak dingin di sini di bumi 40 juta tahun yang lalu untuk bisa menonton Himalaya membentuk". Anda akan benar-benar bosan, meskipun. Gerakan yang membawa jutaan tahun untuk membentuk pegunungan masih berlangsung hari ini, dan saya yakin Anda akan merancang sebuah kamp di kaki gunung hanya untuk menyaksikan mereka tumbuh. Kau akan menunggu WAKTU PANJANG.

Sumber : www.extremescience.com di terjemahkan oleh Googletranslate

Minggu, 23 Januari 2011

PULAU GILI TRAWANGAN - LOMBOK

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau atau gili (Kepulauan Gili) yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Diantara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai Tîr na Nôg mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.
Trawangan punya nuansa "pesta" lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat dimana para wisatawan bisa belajar berkuda mengelilingi pulau.
Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke- dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.
 
Gili Trawangan adalah Pulau terbesar dari ketiga pulau, yang lebih dikenal dengan “ Party Island “ mayoritas tourist yang datang anak-anak muda, Mayoritas resort (akomodasi) berada disisi sebelah timur pulau, dengan harga berkisar antara € 5 sampai € 78. setelah diving anda bisa having fun setiap malam di salah satu party organizer, atau relax bersama-sama dengan diver-diver yang lain.

Sejarah
Dahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, Raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dikunjungi penduduk dari Sulawesi yang kemudian menetap di sini.

info : http://www.lombok-giliislands.com/pulau-gili-trawangan.htm

sumber :  lombok-giliislands.com

Banjir Australia mungkin dampak perubahan iklim

Banjir yang baru-baru ini terjadi di Queensland, Australia, merupakan banjir terparah di negara itu, setidaknya dalam tiga dekade terakhir. Para ilmuwan mengutarakan bahwa banjir ini  sangat mungkin memiliki keterkaitan dampak dengan perubahan iklim akibat pemanasan global.

Meski demikian, masih terlalu dini pula untuk menarik kesimpulan banjir tsunami disebabkan badai La Nina dengan pola yang lebih intens daripada biasanya.

Seperti disampaikan oleh Kepala Divisi Monitor dan Prediksi Iklim dari Australia Bureau of Meteorology di Melbourne, David Jones, "Pertama-tama, dapat kita katakan La Nina dan El Nino terjadi di Bumi yang makin panas. Polanya akan berbeda dengan pola biasa."

Jones berkata, dengan adanya perubahan iklim diduga fenomena La Nina menjadi berbeda."La Nina bisa jadi faktor penyebab banjir yang lebih parah karena hujan pun lebih buruk," katanya pada Reuters.

Dalam setahun belakangan temperatur di permukaan laut juga mencapai rekor paling hangat untuk kawasan Australia, dan kelembaban udara termasuk yang tertinggi untuk kawasan Australia bagian timur.

Sedangkan ahli iklim terkenal Amerika, Kevin Trenberth menegaskan, benar fenomena beberapa La Nina dan El Nino teraktual, terutama yang di Asia, menunjukkan gejala-gejala berbeda. Dan hal ini oleh karena faktor perubahan iklim secara global. Namun untuk menyepakati  apakah pola baru ini akan memperburuk keadaan, ilmuwan masih berdebat.

Banjir rusak kota-kota
Guyuran hujan lebat yang berujung banjir merendam sekitar 30 ribu rumah di Queensland semenjak bulan lalu. Ibukota Queensland, yakni Brisbane, lumpuh total. Sampai saat ini, tercatat 19 korban tewas serta ribuan orang lainnya mengungsi.

Kota berpenduduk dua juta jiwa tersebut menjadi kota terakhir yang tergenang banjir di area Queensland. Sebelumnya, hujan deras mengubah tiga perempat wilayah Queensland menjadi zona bencana yang skalanya dua kali lebih besar daripada ukuran negara bagian Texas di Amerika Serikat.

Puluhan ribu rumah juga tidak mendapat suplai listrik. Lebih dari 50 kawasan di pinggir kota dan jalan-jalan terendam setelah Sungai Brisbane turut meluap. Tanggul sungai jebol sejak hari Selasa (11/1) karena tidak mampu menahan luapan banjir. Elevasi atau ketinggian air di sungai tersebut disinyalir akan terus bertambah setelah kemarin telah mencapai lima meter.

Untuk sementara, kantor berita Reuters melaporkan perkiraan kerugian akibat banjir sebesar 5 milir dolar. Wartawan BBC di Brisbane Phil Mercer melaporkan, kota itu kini harus melakukan perbaikan infrastruktur besar-besaran. Bahkan sebagian korban banjir kemungkinan besar tidak bisa kembali ke tempat tinggal mereka.

Banjir juga mempengaruhi industri batu bara, di Australia maupun di pasar internasional, karena banyak tambang batu bara di Queensland yang terkena genangan air. Harga batu bara dilaporkan mengalami lonjakan tak lama setelah terjadinya banjir.

Sumber  : nationalgeographic.co.id

Senin, 24 Mei 2010

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kalinya diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Keadaan alamnya yang khas dan unik, menjadikan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango sebagai salah satu laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama.
Tercatat pada tahun 1819, C.G.C. Reinwardt sebagai orang yang pertama yang mendaki Gunung Gede, kemudian disusul oleh F.W. Junghuhn (1839-1861), J.E. Teysmann (1839), A.R. Wallace (1861), S.H. Koorders (1890), M. Treub (1891), W.M. van Leeuen (1911); dan C.G.G.J. van Steenis (1920-1952) telah membuat koleksi tumbuhan sebagai dasar penyusunan buku “THE MOUNTAIN FLORA OF JAVA” yang diterbitkan tahun 1972.
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki keanekaragaman ekosistem yang terdiri dari ekosistem sub-montana, montana, sub-alpin, danau, rawa, dan savana. 
Ekosistem sub-montana dicirikan oleh banyaknya pohon-pohon yang besar dan tinggi seperti jamuju (Dacrycarpus imbricatus), dan puspa (Schima walliichii). Sedangkan ekosistem sub-alphin dicirikan oleh adanya dataran yang ditumbuhi rumput Isachne pangerangensis, bunga eidelweis (Anaphalis javanica), violet (Viola pilosa), dan cantigi (Vaccinium varingiaefolium). 
Satwa primata yang terancam punah dan terdapat di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango yaitu owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata comata), dan lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus); dan satwa langka lainnya seperti macan tutul (Panthera pardus melas), landak Jawa (Hystrix brachyura brachyura), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), dan musang tenggorokan kuning (Martes flavigula).
Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango terkenal kaya akan berbagai jenis burung yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa. Beberapa jenis diantaranya burung langka yaitu elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan burung hantu (Otus angelinae).
Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977, dan sebagai Sister Park dengan Taman Negara di Malaysia pada tahun 1995.
Sejarah dan legenda yang merupakan kepercayaan masyarakat setempat yaitu tentang keberadaan Eyang Suryakencana dan Prabu Siliwangi di Gunung Gede. Masyarakat percaya bahwa roh Eyang Suryakencana dan Prabu Siliwangi akan tetap menjaga Gunung Gede agar tidak meletus. Pada saat tertentu, banyak orang yang masuk ke goa-goa sekitar Gunung Gede untuk semedhi/ bertapa maupun melakukan upacara religius.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi :
Telaga Biru. Danau kecil berukuran lima hektar (1.575 meter dpl.) terletak 1,5 km dari pintu masuk Cibodas. Danau ini selalu tampak biru diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru.
Air terjun Cibeureum. Air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 50 meter terletak sekitar 2,8 km dari Cibodas. Di sekitar air terjun tersebut dapat melihat sejenis lumut merah yang endemik di Jawa Barat.
Air Panas. Terletak sekitar 5,3 km atau 2 jam perjalanan dari Cibodas.
Kandang Batu dan Kandang Badak. Untuk kegiatan berkemah dan pengamatan tumbuhan/satwa. Berada pada ketinggian 2.220 m. dpl dengan jarak 7,8 km atau 3,5 jam perjalanan dari Cibodas.
Puncak dan Kawah Gunung Gede. Panorama berupa pemandangan matahari terbenam/terbit, hamparan kota Cianjur-Sukabumi-Bogor terlihat dengan jelas, atraksi geologi yang menarik dan pengamatan tumbuhan khas sekitar kawah. Di puncak ini terdapat tiga kawah yang masih aktif dalam satu kompleks yaitu kawah Lanang, Ratu dan Wadon. Berada pada ketinggian 2.958 m. dpl dengan jarak 9,7 km atau 5 jam perjalanan dari Cibodas.
Alun-alun Suryakencana. Dataran seluas 50 hektar yang ditutupi hamparan bunga edelweiss. Berada pada ketinggian 2.750 m. dpl dengan jarak 11,8 km atau 6 jam perjalanan dari Cibodas.
Gunung Putri dan Selabintana. Berkemah dengan kapasitas 100-150 orang.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September.
Cara pencapaian lokasi: Jakarta-Bogor-Cibodas dengan waktu sekitar 2,5 jam (± 100 km) menggunakan mobil, atau Bandung-Cipanas-Cibodas dengan waktu 2 jam (± 89 km), dan Bogor-Selabintana dengan waktu 2 jam (52 km).
Letak Kab. Bogor, Kab. Cianjur dan Kab. Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Temperatur udara 5° - 28° C
Curah hujan Rata-rata 3.600 mm/tahun
Ketinggian tempat 1.000 - 3.000 m. dpl
Letak geografis 6°41’ - 6°51’ LS, 106°50’ - 107°02’ BT
 
Kantor : Jl. Raya Cibodas PO Box 3 Sindanglaya
Cipanas 43253, Cianjur, Jawa Barat
Telp. (0263) 512776; Fax. (0263) 519415
E-mail : tngp@cianjur.wasantara.net.id

Sumber : dephut.go.id

Gajah Mada, sang Patih

Gajah Mada ialah salah satu Patih, kemudian Mahapatih, Majapahit yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya. Tidak diketahui sumber sejarah mengenai kapan dan di mana Gajah Mada lahir. Ia memulai karirnya di Majapahit sebagai bekel. Karena berhasil menyelamatkan Prabu Jayanagara (1309-1328) dan mengatasi Pemberontakan Ra Kuti, ia diangkat sebagai Patih Kahuripan pada 1319. Dua tahun kemudian ia diangkat sebagai Patih Kediri.
Pada tahun 1329, Patih Majapahit yakni Aryo Tadah (Mpu Krewes) ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menunjuk Patih Gajah Mada dari Kediri sebagai penggantinya. Patih Gajah Mada sendiri tak langsung menyetujui. Ia ingin membuat jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan Keta dan Sadeng yang saat itu sedang melakukan pemberotakan terhadap Majapahit. Keta & Sadeng pun akhirnya takluk. Patih Gajah Mada kemudian diangkat secara resmi oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi sebagai patih di Majapahit (1334).

Sumpah Palapa

Pada waktu pengangkatannya ia mengucapkan Sumpah Palapa, yakni ia baru akan menikmati palapa atau rempah-rempah yang diartikan kenikmatan duniawi jika telah berhasil menaklukkan Nusantara. Sebagaimana tercatat dalam kitab Pararaton berikut [1]: “ Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa ”
(Gajah Mada sang Maha Patih tak akan menikmati palapa, berkata Gajah Mada “Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa.)
Walaupun ada sejumlah (atau bahkan banyak) orang yang meragukan sumpahnya, Patih Gajah Mada memang hampir berhasil menaklukkan Nusantara. Bedahulu (Bali) dan Lombok (1343), Palembang, Swarnabhumi (Sriwijaya), Tamiang, Samudra Pasai, dan negeri-negeri lain di Swarnadwipa (Sumatra) telah ditaklukkan. Lalu Pulau Bintan, Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya, dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kandangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Solok, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.
Di zaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) yang menggantikan Tribhuwanatunggadewi, Patih Gajah Mada terus mengembangkan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.

Perang Bubat

Dalam Kidung Sunda[2] diceritakan bahwa Perang Bubat (1357) bermula saat Prabu Hayam Wuruk hendak menikahi Dyah Pitaloka putri Sunda sebagai permaisuri. Lamaran Prabu Hayam Wuruk diterima pihak Kerajaan Sunda, dan rombongan besar Kerajaan Sunda datang ke Majapahit untuk melangsungkan pernikahan agung itu. Gajah Mada yang menginginkan Sunda takluk, memaksa menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan Majapahit. Akibat penolakan pihak Sunda mengenai hal ini, terjadilah pertempuran tidak seimbang antara pasukan Majapahit dan rombongan Sunda di Bubat; yang saat itu menjadi tempat penginapan rombongan Sunda. Dyah Pitaloka bunuh diri setelah ayahanda dan seluruh rombongannya gugur dalam pertempuran. Akibat peristiwa itu, Patih Gajah Mada dinonaktifkan dari jabatannya.
Dalam Nagarakretagama diceritakan hal yang sedikit berbeda. Dikatakan bahwa Hayam Wuruk sangat menghargai Gajah Mada sebagai Mahamantri Agung yang wira, bijaksana, serta setia berbakti kepada negara. Sang raja menganugerahkan dukuh “Madakaripura” yang berpemandangan indah di Tongas, Probolinggo, kepada Gajah Mada. Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa pada 1359, Gajah Mada diangkat kembali sebagai patih; hanya saja ia memerintah dari Madakaripura.

Akhir hidup

Disebutkan dalam Negarakretagama bahwa sekembalinya Hayam Wuruk dari upacara keagamaan di Simping, ia menjumpai bahwa Gajah Mada telah gering (sakit). Gajah Mada disebutkan meninggal dunia pada tahun 1286 Saka atau 1364 Masehi.
Hayam Wuruk kemudian memilih enam Mahamantri Agung, untuk selanjutnya membantunya dalam menyelenggarakan segala urusan negara.

Referensi : http://perangku.wordpress.com/2009/08/30/patih-gajah-mada/#more-34

"Car Free Day" Jakarta Jadi Dua Kali Sebulan

Sambutan luas atas Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) membuat Pemprov DKI berniat untuk menambah frekuensinya dari sebulan sekali menjadi dua kali.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sebelumnya telah menginstruksikan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) untuk melakukan pengaturan bagi diselenggarakannya CFD dua kali sebulan di jalan protokol Sudirman-Thamrin.
"Kami sedang menyusun jadwal baru untuk bisa melaksanakan CFD dua kali dalam sebulan. Diharapkan bulan Juni nanti sudah dapat diterapkan," kata Kepala BPLHD DKI Peni Susanti di Jakarta, Kamis.
Peni menyebut permintaan Gubernur itu adalah untuk mengakomodasi keinginan masyarakat luas yang merasakan banyak manfaat dari adanya hari tanpa kendaraan bermotor yang digelar tiap hari Minggu terakhir setiap bulannya.
"Ini atas permintaan masyarakat yang banyak menggunakan CFD untuk menambah kerukunan keluarga. Banyak yang bilang daripada main ke mall, mending berolahraga bersama keluarga," papar Peni.
Saat ini, selain di jalan Sudirman-Thamrin, tiap wilayah di DKI juga telah merintis pelaksanaan CFD di wilayah meskipun dengan frekuensi yang masih jarang.
Pelaksanaan CFD yang dinilai sukses adalah di jalan utama ibukota yakni Sudirman-Thamrin yang digunakan masyarakat luas untuk berbagai aktivitas seperti bersepeda, berolahraga maupun hanya sekedar menikmati jalan tanpa kendaraan bermotor.
Selain itu, ajang CFD itu juga dilihat sebagai salah satu arena sosialisasi yang cukup efektif bagi masyarakat seperti yang dilakukan TMC ketika meluncurkan akun "twitter" beberapa waktu lalu.
"Adanya ajang ini membuat sosialisasi kebijakan pemerintah menjadi lebih efektif karena masyarakat banyak berkumpul," ujar Peni.
Atas pertimbangan-pertimbangan itulah maka Pemprov DKI akan segera mewujudkan pelaksanaan CFD hingga dua kali seminggu khusus di Sudirman-Thamrin selain sebulan sekali di tiap wilayah.
CFD juga telah terbukti efektif untuk mengurangi kadar emisi gas buang kendaraan yang menjadi polutan terbesar di Jakarta sehingga menyukseskan program Langit Biru yang dicanangkan Pemprov DKI.

Sumber : antaranews.com

Tiap Tahun 1,8 Juta Hektare Hutan Indonesia Hancur

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof Dr Umar Anggara Jenie, M.Sc, Apt mengungkapkan bahwa kondisi hutan di Indonesia sudah mengkhawatirkan karena 1,8 juta hektare hutan hancur per tahun.
"Pada edisi 2008 Guinness Books of Record melansir bahwa Indonesia merupakan negara yang hutannya mengalami kerusakan paling cepat di antara 44 negara yang masih memiliki hutan, yakni 1,8 juta hektare hutan hancur per tahun," katanya pada peringatan hari Keanekaragaman Hayati se-Dunia dan Tahun Keanekaragaman Hayati di Pusat Penelitian (Puslit) Biologi, Cibinong Science Center (CSC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Sabtu.
Umar mengatakan, data tersebut berdasarkan pengamatan dari tahun 2002 hingga 2005, artinya tingkat kehancuran hutan mencapai dua persen setiap tahun atau setara dengan 51 kilometer persegi per hari.
Bahkan, kata dia, di Jawa dan Bali lebih kurang 91 persen dari hutan alam yang pernah ada kini telah berubah musnah dan beralih fungsi.
Selain itu, kata dia, Indonesia juga akan kehilangan beragam hewan dan tumbuhan yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dan modal pembangunan utama yang dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat.
"Melihat kenyataan tersebut, penyelamatan tumbuhan asli Indonesia menjadi suatu keniscayaan dan harus memacu kita untuk mencegah punahnya tumbuhan sebagai aset yang tidak ternilai harganya untuk modal pembangunan dan masa depan bangsa," jelasnya.
Ia mengatakan, keanekaragaman hayati merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan nasional dan modal strategis dalam meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa.
Indonesia, katanya, memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah sehingga dijuluki sebagai Megadiversity Country.
Dalam hal keanekaragaman tumbuhan, katanya, Indonesia menduduki peringkat lima besar di dunia, memiliki lebih dari 38.000 jenis tumbuhan, di mana 55 persen diantaranya merupakan jenis endemik.
Untuk Pulau Jawa saja, kata dia, sejumlah jenis setiap 10.000 kilometer persegi mencapai 2.000-3.000 jenis.
Sedangkan di Kalimantan dan Papua mencapai lebih dari 5.000 jenis, dan masih banyak keanekaragaman hayati lainnya yang berpotensi dan memiliki prospek secara ekonomis maupun keilmuan.
"Namun, fakta di lapangan menunjukkan degradasi habitat yang berimplikasikan pada penurunan keanekaragaman ekosistem, kenis dan genetik memperlihatkan `trend` yang semakin mengkhawatirkan," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Utama LIPI Prof Rochadi Abdul Hadi mengatakan, penanaman yang dilakukan tidak hanya penanaman semata, tapi jenis pohon yang ditanam adalah jenis tanaman endemik di Indonesia yang populasinya terancam punah.
"Ini bukan asal menanam saja, tapi yang kita tanam adalah tanaman jenis endemik Indonesia yang sudah mau punah, ada 17 jenis dengan jumlah 2010 pohon," katanya.
Rochadi mengatakan, selama ini banyak yang melakukan penanaman pohon tidak diperhatikan jenis pohon yang ditanam, sehingga nilai pohon yang ditanam tidak bermanfaat.
Ia mencotohkan banyak kalangan melakukan penanaman pohon jenis Akasia yang bukan asli Indonesia, ternyata pohon tersebut merusak ekosistem yang lain.

sumber : antaranews.com

Rabu, 05 Mei 2010

Tanjung Bira, Bulukumba

Tanjung bira terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cantik dan menyenangkan. Airnya jernih, baik untuk tempat berenang dan berjemur. Disini kita dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dengan cahayanya yang berkilau nenbersit pada hamparan pasir putih sepanjang puluhan kilometer.
Pantai bira yang sudah terkenal hingga mancanegara, kini sudah ditata secara apik menjadi kawasan wisata yang patutu di andalkan. Berbagai sarana sudah tersedia, seperti perhotelan, restoran, serta sarana telekomunikasi, pantai bira berlokasi sekitar 41 km kearah timur dari kota bulukumba. dengan pelabuhan penyeberangan fery yang menghubungkan daratan Sulawesi Selatan dengan pulau selayar. Tanjung Bira merupakan pantai pasir putih  yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan. Pantai ini termasuk pantai yang  bersih, tertata rapi, dan air lautnya jernih. Keindahan dan kenyamanan pantai ini terkenal hingga ke mancanegara. Turis-turis asing dari berbagai negara banyak yang berkunjung ke tempat ini untuk berlibur.
Pantai Tanjung Bira sangat indah dan  memukau dengan pasir putihnya yang lembut seperti tepung terigu. Di lokasi,  para pengunjung dapat berenang, berjemur, diving dan snorkling. Para pengunjung juga dapat menyaksikan  matahari terbit dan terbenam di satu posisi yang sama, serta dapat menikmati  keindahan dua pulau yang ada di depan pantai ini, yaitu Pulau Liukang dan Pulau  Kambing.
Tanjung Bira terletak di daerah ujung paling selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari,  Kabupaten Bulukumba.
Tanjung Bira terletak sekitar 40 km dari  Kota Bulu Kumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar  ke Kota Bulukumba dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther atau Innova dengan tarif sebesar Rp. 35.000,-. Selanjutnya,  dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh dengan menggunakan mobil  pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp. 8.000,- sampai – Rp.  10.000,-. Total waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3 –  3,5 jam.
Jika pengunjung berangkat dari Bandara  Hasanuddin, langsung menuju ke terminal Malengkeri (Kota Makassar) dengan  menggunakan taksi yang tarifnya sekitar Rp. 40.000,-. Di terminal ini kemudian naik bus tujuan Bulukumba atau yang langsung ke Tanjung Bira.
Di kawasan wisata Tanjung Bira, angkutan  umum beroperasi hanya sampai sore hari. Jika pengunjung harus kembali ke Kota Makassar pada sore itu juga, di sana  tersedia mobil carteran (sewaan) dengan tarif Rp. 500.000,-.
Biaya tiket masuk ke lokasi Pantai Tanjung  Bira sebesar Rp. 5.000,-.
Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, villa, bungalow, dan hotel dengan tarif mulai dari Rp. 100.000,- hingga Rp. 600.000,-  per hari. Di tempat ini juga terdapat persewaan perlengkapan diving dan snorkling dengan tarif Rp. 30.000,-. Bagi pengunjung yang selesai berenang di pantai,  disediakan kamar mandi umum dan air tawar untuk membersihkan pasir dan air laut  yang masih lengket di badan. Bagi pengunjung yang ingin berkeliling di sekitar pantai, tersedia persewaan motor dengan tarif Rp. 65.000,-. Di kawasan pantai  juga terdapat pelabuhan kapal ferry yang siap mengantarkan pengunjung yang ingin berwisata selam ke Pulau Selayar.

Sumber : sulsel.go.id

Kekeringan NTT Dampak Pemanasan Global

Kekeringan yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat curah hujan yang sangat minim tahun ini merupakan dampak dari pemanasan global.
Proses pemanasan global ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama, namun dampak pemanasan ini baru mulai dirasakan saat ini, kata Kepala Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Nusa Cendana (Undana)-Kupang, Prof. Dr. Fred Benu, M.Si, di Kupang, Senin terkait kekeringan yang melanda NTT.
Hampir semua petani di wilayah Nusa Tenggara Timur mulai merasakan dampak kekeringan. Curah hujan yang minim tahun ini juga menyebabkan ancaman gagal panen hampir di semua daerah di provinsi kepulauan itu.
Bahkan stok pangan di lumbung petani bisa dipastikan tidak cukup hingga musim tanam tahun berikut.
"Curah hujan yang sangat minim tahun ini merupakan dampak dari pemanasan global. Proses pemanasan global ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama, namun dampak pemanasan ini baru mulai dirasakan saat ini," katanya.
Menurut dia, pada masa lalu, pemanasan global sudah terjadi, namun dengan frekuensi kecil dan dampaknya juga kecil tetapi aktivitas pemicu terjadinya pemanasan global terus dilakukan antara lain penebangan hutan yang tidak terkendali dan penggunaan gas yang menyebabkan efek rumah kaca serta lainnya.
Menurut Fred Benu, pemanasan global saat ini harus dihadapi sambil terus berupaya menekan peningkatan pemanasan bumi. Pemanasan global ini tidak akan berkurang dan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Cara yang perlu dilakukan adalah dengan beradaptasi dengan keadaan ini untuk bertahan. Model adaptasi dalam bidang pangan adalah harus ada kajian dan penelitian untuk mengembangkan tanaman yang pas untuk situasi yang semakin panas di masa mendatang.
Menurutnya, dampak pemanasan global yang kini sudah dialami NTT harus segera dilihat sebagai masalah yang sangat serus. Antisipasi masalah ini jangan sekedar pada tataran wacana saja, semua pihak tidak bisa mengambil langka sendiri-sendiri.
"Masalah kekeriangan ini akan semakin serius dan kita perlu wanti-wanti sejak saat ini sebab frekuensi semakin tinggi dan ancaman yang semakin berat," kata Fred Benu.

Sumber : antaranews.com

Jumat, 30 April 2010

Menunggu Indonesia Bebas Kantong Plastik

Jakarta - Plastik sejak diketemukan sampai sekarang menjadi barang yang dipakai sangat luas dan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia sehari-hari.
Berbagai barang kebutuhan manusia mulai dari makanan, minuman, pakaian, sampai dengan mobil pun dibungkus dengan mobil.
Dari sebuah penelitian, konsumen di Indonesia bisa membawa minimal lima kantong plastik dalam sehari untuk membawa beragam barang belanjaan.
Sedangkn hasil riset PT Lion Superindo pada 2008 menyatakan bahwa dalam periode satu tahun jika dijumlah maka pengunaan kantong plastik masyarakat di dunia adalah sebesar 500 juta sampai dengan 1 miliar kantong.
Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat.
Sedangkan dari sisi produksi, bahan baku pembuatan plastik dengan jumlah total konsumsi plastik dalam satu tahun maka dibutuhkan 12 juta barel minyak dan 14 juta batang pohon sebagai bahan baku dasarnya.
Padahal kantong plastik membutuhkan 1.000 tahun untuk diurai di alam dan sekitar 450 tahun terurai bila berada di air.
Belum pencemaran yang disebakan kantong plastik, seperti prediksi ahli lingkungna bahwa terdapat 100.000 hewan mamalia air yang meninggal setiap tahun karena menelan sampah plastik di samudra Pasifik Utara.
Sementara di Indonesia, industri ritel menjadi sektor yang paling banyak menggunakan kantong plastik.
Berdasarkan data dari International Trade Administration (ITA) AS, impor kantong plastik belanja AS dari Indonesia naik sejak 2006 yaitu dari 1.592.965 unit senilai 23.519.266 dolar AS, 2007 sebanyak 3.396.505 unit senilai 42.249.578 dolar AS dan 2008 menjadi 2.819.569 unit senilai 37.772.433 dolar AS.
Impor produk tersebut dari Vietnam juga meningkat terus sejak 2006 yaitu 3.061.998 unit senilai 17,48 juta dolar AS, 2007 sebanyak 7.288. 037 unit senilai 65,43 juta dolar AS dan pada 2008 sebanyak 7.192. 325 unit senilai 79,41 juta dolar AS.
Sedangkan impor dari Taiwan pada 2006 sebanyak 2.171.587 unit senilai 17,66 juta dolar AS, 2007 sebanyak 3.988.867 unit senilai 38,55 juta dolar AS dan 2008 sebanyak 4.575.499 unit senilai 51,25 juta dolar AS.
Kampanye pembatasan penggunaan kantong plastik bagi ritel saat ini gencar dilakukan di berbagai negara di dunia, khususnya di negara-negara maju seperti di Amerika, Eropa, Australia, serta beberapa negara Asia seperti Singapura, Hongkong, dan Taiwan serta China.
Di Eropa, Belanda hanya memperbolehkan toko ritel non makanan yang memberikan kantong plastik secara gratis sedangkan untuk toko ritel makanan harus mengenakan biaya ekstra bagi konsumen yang menginginkan kantong plastik, sedangkan di Belgia menerapkan pajak kepada usaha ritel atas kantong plastik sejak tahun 2007, dan Denmark menerapkan pajak kepada usaha ritel sejak tahun 1994.
Pemerintah Singapura mengkampanyekan "Bring Your Own Bag" sejak April 2007, dan konsumen harus mengeluarkan ekstra biaya jika ingin menggunakan kantong plastik, sementara di Hongkong mengkampanyekan "No Plastic Bag Day" yang diikuti oleh 30 peritel besar.
China mengenakan sanksi kepada usaha ritel yang memberikan kantong plastik secara gratis sejak bulan Juni 2008, sedangkan di Taiwan melarang penggunaan kantong plastik serta memberlakukan pajak kantong plastik sejak tahun 2003 serta menerapkan standar produksi kantong plastik yang aman bagi lingkungan.
India menerapkan pelarangan penggunaan kantong plastik serta penerapan pajak kantong plastik pada usaha ritel sejak januari 2009 serta kriteria standar untuk produksi kantong plastik yang aman bagi lingkungan.
Target pemerintah
Sejak setahun yang lalu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berencana membatasi penggunaan kantong plastik di Indonesia untuk mengurangi pencemaran dengan mengeluarkan peraturan sebagai penjabaran dari UU No.18/2008 tentang Pengelolaan Sampah.
"Saya akan membuat peraturan yang mendetil, termasuk insentif dan disinsentif, dimulai dari produsen kantong plastik akan terkena disisentif," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup (saat itu) Rachmat Witoelar dalam jumpa pers mengenai pelaksanaan Hari Peduli Sampah 21 Februari 2009.
Gayung bersambut, Pemprov DKI Jakarta bersama Kadin DKI pun menargetkan Jakarta bebas dari penggunaan kantong plastik pada 2011.
"Kita akan menyiapkan tas untuk menggantikan plastik dari bahan daur ulang atau bahan yang tidak mencemari lingkungan," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo seusai bertemu Kadin DKI di Balaikota Jakarta, Senin (8/2/2010).
Asosiasi ritel disebut Gubernur akan menjadi pionir untuk berhenti menggunakan kantong plastik untuk membungkus belanjaan konsumen dan menggantinya dengan tas yang menggunakan bahan tidak berbahaya.
Ketua Kadin DKI Edi Kuntadi menyatakan, waktu setahun sebelum target akan digunakan pihaknya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengusaha untuk tidak lagi menggunakan tas plastik dan untuk melakukan penelitian mengenai bahan tas pengganti plastik.
"Setahun ini akan kita cari solusinya untuk pengganti tas plastik. Karena ini kan masalahnya kepentingan lingkungan. Bagaimana menggunakan produk-produk yang bisa didaur ulang, produk yang ramah lingkungan," kata Edi.
Plt. Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Skala Kecil KLH, Tri Bangun Laksono merasa optimis dengan target Pemprov dan Kadin DKI itu karena berbagai pemangku kepentingan, terutama industri dan retailler di Jakarta mulai menggunakan kantong plastik "biodegradable" yang lebih ramah lingkungan.
"Sekarang sudah ada 20 retailler, termasuk pusat perbelanjaan di Jabotabek yang menggunakan plastik `biodegradable` ," kata Tri Bangun yang lebih akrab dipanggil Sony.
Ketua Umum Asosiasi Persampahan Indonesia (Indonesia Solid Waste Association/ InSWA) Sri Bebassari mengatakan 20 retailler tersebut antara lain Indomaret, Alfamart, Carrefour, Superindo, Apotik Century, dan Kemchick.
Untuk memancing retailler aktif menggunakan kantong plastik ramah lingkungan, Sri Bebassari mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) dan pemprov DKI Jakarta akan memberikan penghargaan kepada retailler yang telah menggunakan kantong plastik "biodegradable" .
Dia mengatakan penghargaan direncanakan diberikan pada saat peringatan Hari Lingkungan Hidup 5 Juni atau peringatan Hari Jadi Kota Jakarta setiap 22 Juni.
Program ritel
Government relation manager Carrefour Indonesia, Satria Hamid mengatakan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat.
Hal itu terbukti dari meningkatnya pembelian kantong ramah lingkungan di tokonya yang dimulai sejak tiga tahun lalu.
"Program Bag Go Green Carrefour dirancang pada 26 April 2007, sampai sekarang di 2010 tercatat peningkatan pemakaian oleh konsumen sekitar 350 persen," ujarnya.
Saat ini, pihaknya telah mengganti plastik yang diberikan pada konsumennya dengan plastik yang ramah lingkungan. "Kantong plastik yang kami berikan gratis untuk konsumen kami sudah menggunakan bahan yang biodegradable, dapat terurai cepat dan ramah lingkungan," jelasnya.
Sedangkan Vice Presiden Matahari Group, Roy N Mandai mengatakan pihaknya juga telah memberikan pilihan kantong plastik ramah lingkungan kepada konsumen Matahari grup dan Hypermart .
"Kembali ke keputusan konsumen untuk menggunakan kantong plastik ramah lingkungan itu," katanya.
Justru yang penting adalah edukasi kepada masyarakat sehingga punya kesadaran untuk menggunakan kantong plastik ramah lingkungan atau kantong plastik daur ulang.
Staf Pengajar, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya, Michael Adiwijaya mengatakan keberhasilan pengurangan program pengurangan penggunaan kantong plastik dalam aktivitas ritel ditentukan oleh adanya tiga peran yaitu peran dari pemerintah selaku regulator, peran dari pebisnis ritel sebagai pelaku pasar, dan peran dari masyarakat selaku konsumen yang menggunakan dan mengelola limbah kantong plastik.
Sekarang tinggal sinergi dari pemangku kepentingan untuk menggolkan penggunaan kantong plastik ramah lingkungan.
Setelah peritel sudah mulai menggunakan dan menyediakan kantong plastik daur ulang kepada konsumennya, maka tugas pemerintah dan juga masyarakat sendiri agar pembelanja bersedia menggunakan kantong plastik tersebut, atau bahkan membawa kantong plastik sendiri dari rumah.

Sumber : Antaranews.com 

Lahan Kritis Kalteng Capai 5,3 Juta Hektare

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang, menyatakan bahwa lahan kritis di wilayahnya tahun 2009 mencapai 5,3 juta hektare, sehingga menimbulkan masalah banjir dan kebakaran hutan dan lahan.

"Usaha rehabilitasi lahan kritis telah dilakukan terus menerus melalui berbagai program, namun hasilnya masih belum menggembirakan karena banyak kegiatan yang mengalami kegagalan," kata Teras Narang di Palangkaraya, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan data dari Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Kahayan dan BP-DAS Barito bahwa pada kawasan hutan yang telah mengalami deforestasi dan degradasi sehingga menimbulkan lahan sangat kritis dan kritis tahun 2009 seluas 5,3 juta hektare.

Lahan kritis tersebut dengan rincian wilayah BP-DAS Kahayan seluas 4,133 juta hektare dan wilayah BP-DAS Barito 1,2 juta hektare.

Dampak dari lahan kritis yang sangat luas tersebut telah menimbulkan masalah banjir dan masalah kebakaran hutan dan lahan yang selalu mengancam setiap tahun.

Teras Narang juga mengatakan, lahan gambut di Kalteng telah mengalami degradasi atau kerusakan mencapai seluas 1,5 juta hektare, terutama dikawasan Pengembangan Lahan Gambut (PLG) akibat pengelolaan yang kurang bijaksana telah menyebabkan masalah besar, tidak hanya bagi Kalteng tetapi juga bagi bangsa Indonesia.

Banyaknya penebangan liar dan terbukanya lahan gambut secara tidak terkendali menyebabkan kerusakan hutan dan ekosistem serta meluasnya lahan kritis, kemudian pembuatan kanal pada areal PLG telah menyebabkan turunnya permukaan air tanah sehingga gambut akan menjadi kering saat musim kemarau, mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika telah terbakar.

Sejak tahun 1982 katanya, kebakaran hampir selalu terjadi setiap tahun telah menimbulkan dampak luar biasa seperti terjadinya kabut asap yang menyelimuti seluruh wilayah Kalimantan bahkan menyebar hingga ke wilayah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Dampak lainnya terganggunya kesehatan masyarakat, terganggunya pendidikan, transportasi, ekonomi serta musnahnya keanekaragaman hayati.

"Bahkan, Indonesia diancam akan diajukan ke Mahkamah Internasional PBB karena kabut asap yang dikirim dari Indonesia sudah menggangu negara tetangga Singapura dan Malaysia," katanya.

Pertemuan puncak perubahan iklim ang berlangsung di Kopenhagen pada Desember 2008 yang lalu telah menghasilkan apa yang disebut Copenhagen Accord (CA).

Walaupun CA tidak merupakan perjanjian yang mengikat bagi para pihak, namun pemerintah Indonesia dengan berbagai pertimbangan politis dan substanstif telah menyatakan untuk berasosiaisi dengan CA.

Sejalan dengan itu, katanya, Presiden SBY telah mengumpulkan para gubernur di seluruh Indonesia pada 3-4 Februari 2010 yang antara lain menyampaikan keputusan politik Indonesia untuk berasosiasi dengan CA dan Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.

"Rencana aksi nasional penurunan emisi gas rumah kaca inilah yang kemudian perlu diterjemahkan ke dalam aksi kongkrit di daerah masing-masing," katanya.

Sumber : Antaranews.com

Selasa, 20 April 2010

Chairil Anwar (1922 - 1949)

Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan ayahnya berkahwin lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA, Chairil mengikut ibunya ke Jakarta.
Semasa kecil di Medan, Chairil sangat rapat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:
Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta
Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.
Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.
Rakannya, Jassin pun punya kenangan tentang ini. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”
Wanita adalah dunia Chairil sesudah buku. Tercatat nama Ida, Sri Ayati, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini sebagai gadis yang dikejar-kejar Chairil. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Chairil. Namun, kepada gadis Karawang, Hapsah, Chairil telah menikahinya.
Pernikahan itu tak berumur panjang. Disebabkan kesulitan ekonomi, dan gaya hidup Chairil yang tak berubah, Hapsah meminta cerai. Saat anaknya berumur 7 bulan, Chairil pun menjadi duda.
Tak lama setelah itu, pukul 15.15 WIB, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Ada beberapa versi tentang sakitnya. Tapi yang pasti, TBC kronis dan sipilis.
Umur Chairil memang pendek, 27 tahun. Tapi kependekan itu meninggalkan banyak hal bagi perkembangan kesusasteraan Indonesia. Malah dia menjadi contoh terbaik, untuk sikap yang tidak bersungguh-sungguh di dalam menggeluti kesenian. Sikap inilah yang membuat anaknya, Evawani Chairil Anwar, seorang notaris di Bekasi, harus meminta maaf, saat mengenang kematian ayahnya, di tahun 1999, “Saya minta maaf, karena kini saya hidup di suatu dunia yang bertentangan dengan dunia Chairil Anwar.”

Sumber : penyair.wordpress.com

Jumat, 19 Februari 2010

Cadangan Air Tanah Menipis Akibat Industri

BEKASI, (Pikiran Rakyat).-
Tiga kecamatan di Kota Bekasi masuk dalam kategori zona merah karena cadangan air tanahnya yang menipis. Dengan adanya kondisi itu, Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad berencana membatasi pengambilan air bawah tanah, terutama bagi industri di Kota Bekasi.
Data pada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi menyebutkan, tiga kecamatan dengan cadangan air tanah yang menipis adalah Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Medan Satria, dan Kecamatan Bekasi Barat. Diduga menipisnya air tanah di ketiga kecamatan itu karena banyaknya industri yang masih mengandalkan air tanah sebagai penyedia kebutuhan air.
"Di ketiga wilayah itu memang banyak industrinya. Karena PDAM (perusahaan daerah air minum-red.) belum bisa memenuhi kebutuhan air bagi industri, maka semua industri di Kota Bekasi terutama industri sedang dan besar mengandalkan air tanah, bukan air permukaan (sungai-red.)," kata Kepala BPLH Kota Bekasi, Dudy Setiabudhi, Senin (8/2).
Ia menjelaskan, ketiga daerah yang telah menipis air tanahnya itu sangat rawan terhadap kekeringan dan merembesnya air laut. "Kondisinya sudah kritis," ujarnya.
Di Kota Bekasi, menurut Dudy, daerah yang masih bagus cadangan air tanahnya misalnya daerah Bekasi Selatan, Bantargebang, serta Jatisampurna. Salah satu penyebabnya karena di daerah tersebut perkembangan industri dan pembangunan tidak secepat di daerah Bekasi Utara, Medan Satria, ataupun Bekasi Barat yang menjadi kawasan industri.
Wali Kota Bekasi sudah berulang kali menyatakan akan membatasi penggunaan air tanah. Bahkan, wali kota juga memberikan batas waktu hingga 2013 bagi perusahaan yang memiliki sumur air tanah lebih dari satu untuk menutupnya.
Secara terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi, Purnomo Narmiadi mengatakan, hingga saat ini pasokan air dari PDAM belum menyentuh industri.
Ia mengakui, rencana itu sebenarnya memicu PDAM untuk memperbaiki kinerjanya sehingga mampu melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan industri.
Sementara Direktur PDAM Bekasi, Wahyu Prihantono sendiri mengaku PDAM siap mengaliri air ke sejumlah perusahaan. Sebab, dengan sejumlah revitalisasi yang ada, ketersediaan air mencapai kapasitas 30 sampai 40 ribu liter per detik.

Sumber : Pikiran Rakyat

Pengikut

MAPALA UIT Makassar ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO